DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA MENGASIHANI
MASA ADALAH PEDANG
Hargailah masa yang ada utk dakkwah dan jihad fisabilillah...

InsyaAllah blog ini sebagai perkongsian ilmu bersama...
Selamatkan Palestin dengan tangan-tangan kita berjihad menentang Yahudi laknatullah.. Allahuakbar...!!!!

Sabda Rasulullah s.a.w.,

"Sungguh,jika ka'abah diruntuhkan batu demi batu, itu adalah masih ringan disisi ALLAH...berbanding ditumpahkan darah seorang ummat Islam".


Muslim...

Marilah kita sama2 doakan agar saudara seislam kita di filistin mendapat kemenangan,menegakkan agama Islam...jika berkesempatan..marilah sama2 berjuang...

dan tegakkan Khilafah...

sesungguhnya semua ummat Islam itu bersaudara...

DENGARKAN

“Ngapain sih ngurusin Palestina?Padahal negeri sendiri porak poranda!”

Thursday, April 15, 2010 at 9:00 PM


“Ngapain sih ngurusin Palestina?Padahal negeri sendiri porak poranda!”


Sobat, kamukah orang yang termasuk menyetujui model pemikiran kayak gitu? Mudah-mudahan nggak ding. Tapi bila ya, berarti kamu kudu waspada. Karena kamu udah jadi makhluk egois dan hilang sense of crisis, terkena ide sempit nasionalis. Pokoknya kamu tuh memang sadis.
Jangan marah dulu dibilang sadis, Itu mah belum seberapa. Nih, ada yang lebih dahsyat lagi, seperti pendapat Hatake Kakashi dari Anime Naruto, “Seseorang yang tidak mena’ati peraturan dibilang sampah. Tapi orang yang tidak peduli pada orang lain, lebih rendah dari sampah.” Hem… super sadis bukan?? Jadi, ngapain ngurusin Palestina?Jawabnya sederhana. Soalnya di sana terjadi banyak ‘tontonan’ menakjubkan dan mempesona. Bayangin aja, ratusan Sniper dan ribuan Rambo beraksi membantai anak-anak, wanita dan orang-orang tua. F16 yang super canggih, heli tempur Apache, tank merkava yang lebih serem dari meriamnya Belanda zaman dulu kala, dilawan dengan lemparan kerikil dan do’a anak-anak kecil. Ah masa iya? Benar sobat, Palestina sedang menderita. Dan biang bencananya tak lain zionis Israel.

Bayangkanlah sobat kampus, ketika rumah, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, semuanya diratakan dengan tanah. Lantas apa kabar dunia? Tetap diam berjuta bahasa, silent tanpa getar apalagi suara. Duh, bener-bener kasihan Palestina.

Sobat ICP, ”… dalam dunia ini, banyak yang tiada mengerti. Hidup yang dijalani mesti berbagi…” begitulah kata tim nasyid Snada. Karena sesungguhnya bahagia itu ada di dalam hati. Saat kita berbagi, saat itulah kebahagiaan itu bersemi. Nah, masihkah kita belum peduli? Masihkah kita berdiam diri? Masihkah kita mementingkan diri sendiri dan asyik goyang sampai pagi?

Ok, mungkin kamu masih minta alasan lain kenapa kita harus peduli?Baiklah mulai sekarang buka matahatimu dan gunakan nuranimu.




Pertama, karena kita adalah manusia.
Bukankah semua manusia mempunyai hak hidup? Bukankah manusia yang telah diciptakan Tuhan dengan sempurna, mempunyai akal dan nurani, punya hak azasi dan hidup damai, bebas menjalankan agama, dlsb? Jawab sendiri deh!
Tapi sobat, di Palestina hak asasi warganya nyaris tiada. Nilai-nilai kemanusiaan dilanggar habis. Banyak korban tak berdosa yang sudah tak terhitung lagi jumlahnya akibat Genocida atau pembantaian massal. Larangan beribadah, belum lagi pembunuhan, penangkapan, penggusuran, teror, penyiksaan, isolasi, diskriminasi benar-benar tak berhenti sampai pun hari ini.

Apa kabar dunia? Enjoy aja! PBB? Sekedar mengecam, setelah itu biarkan sajalah. Amerika? Ini memang sponsornya negeri serigala yang bernama Israel.






Kedua, karena kita orang Indonesia.:iloveindonesia:iloveindonesia
Sobat kaskus, ketahuilah bahwa para founding fathers Indonesia telah menjadikan Palestina bagian dari perjuangan bangsa Indonesia. Biarpun jauh di mata, masalah Palestina tetap dekat di hati. Apa alasannya? Karena hal ini berkaitan dengan dasar Negara, landasan idiil, landasan konstitusional serta kondisi strategis Indonesia.

So, inget dong pelajaran Pancasila, PPKN alias kewarganegaraan? Nah, dalam Pembukaan UUD 45 ada kalimat yang berbuny, “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kamanusiaan dan peri keadilan.” Dan salah satu tujuan nasional Negara RI adalah ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sampai saat ini, Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia dimana masih terjadi penjajahan model kuno, alias penjajahan fisik bin kolonialisme or imperialisme.

Ingat sobat, penjajahan itu pahit. Penjajahan itu kejam. Kekayaan alam dirampas, rakyat ditindas, tanam paksa, romusha, rodi, penyiksaan, de el el. Jadi, kalau kamu masih juga ga peduli? Jangan-jangan kamu bukan orang Indonesia. Ya udah, kelaut aja.





Ketiga, Karena kita berhutang budi pada Palestina.
Sejarah menyatakan dengan jelas bahwa kemerdekaan Indonesia nggak lepas dari dukungan bangsa Palestina. Di tengah situasi dalam negeri Palestina yang berat dan genting akibat penjajahan, Palestina mengajarkan kita apa arti “Ukhuwah” yang sesungguhnya. Tercatat tokoh-tokoh Palestina seperti Mufti Besar Palestina Amin Al Husaini, M. Ali Taher, Sami Taha adalah orang-orang yang secara lantang mendukung tulus kemerdekaan RI, berkorban harta untuk perjuangan bangsa kita serta menentang Agresi Militer dan penjajahan Belanda.

Sami Taha, mengatakan begini : “Belanda yang dahulu pernah mengalami pahitnya pendudukan dan menjerit minta tolong dibebaskan, sekarang menginjak-nginjak kemerdekaan suatu bangsa…” Ia juga menyebut agrsei Militer Belanda lebih kejam dari Agresi Nazi dan Fasis di Eropa.





Keempat, Karena kita yang paling penting- Muslim
Seorang muslim harus menjadi orang-orang yang peduli pada orang lain, paling depan membela kebenaran, dan paling berani melakukan pengorbanan. Islam mengajarkan bahwa seluruh bumi adalah tanah air kita. Nasionalisme seorang muslim itu melintasi sekat-sekat geografis, ras dan bangsa. Semua yang telah bersahadat adalah saudara kita, di manapun mereka.

“ Sesungguhnya setiap mu’min adalah saudara…” (Qs. Al-Hujurat : 10)

“Perumpamaan orang-orang beriman adalah dalam hal berkasih sayang dan saling mencintai adalah laksana satu tubuh, jika satu bagian merasa kesakitan, maka bagian yang lain akan merasakan sakit pula…” (HR. Bukhori - Muslim)


Ok sobat ICP, perlu kamu ketahui bahwa Palestina adalah tanah para nabi milik umat muslim yang istimewa, tanah yang diberkahi – QS. Al-Israa’:1. Rasulullah juga menyebut beberapa keistimewaan lain ; ia adalah tempat dibangkitkan dan dikumpulkannya manusia di akhir zaman (HR Ahmad dlm Musnad), tempat adanya segolongan orang yang sampai akhir zaman tetap membela kebenaran. (HR Ahmad), juga lokasi dari Masjidil Aqsha. So, masih nggak peduli sama Palestina?




Apa yang bisa kita lakukan?

Kalo kita semua masih normal, yang jelas pasti ada rasa sakit yang menyayat di dada. Sakit karena saudara-saudara kita disakiti, dibantai, dihina, ditindas, disiksa, de es te oleh zionis Israel. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Just do it! Lakukan yang kita bisa. Seperti :

1. Kabarin temen-temenmu, kasih informasi misalnya dengan- ehm- misalnya bulletin Kabar Muda ini.

2. Bantu dengan harta…bikin kamu makin kaya. Mulai sekarang alokasikan jatah uang jajanmu atau uang gajianmu untuk saudara-saudara yang ada di sekitar kita yang masih menderita juga buat Palestina.

3. Sering ikut diskusi, biar nggak asal emosi or aktif di lembaga keislaman. Untuk itu kamu bisa gabung dengan berbagai lembaga atau kelompok-kelompok kajian soal Palestina. Contohnya CPS (Centre for Palestine Studies) di UI, Kajian Strategis SALAM UI, KAMMI, de es te. Bisa juga kamu aktif di lembaga keislaman lainnya semisal Remaja Masjid, Rohis Kampus, Organisasi Pemuda, atau Lembaga Dakwah Kampus. Kamu insyaAllah bisa terus terjaga karena di sekelilingmu adalah orang-orang baik dan punya kepedulian soal Palestina.

4. Boikot Israel. Beneran sobat, dengan cara ini bisa menjadikan Israel repot bin kalangkabot. Setidaknya mengurangi produk buatannya dan menggantinya dengan subtitusi lain

5, Berdoa, jangan lupa. Inilah senjata orang-orang beriman dan tertindas. Jangan lupa untuk terus menerus memperbaiki diri kita. Tingkatkan amal ibadah serta pembinaan diri kita. Yakinlah, Allah pasti mengabulkan do’a kita. Pertanyaannya, apakah kita pantas buat menuntut Allah untuk mengabulkan doa kita sementara kita di sini bermaksiat ria? Bergerak dan berubahlah. Bertaubat dan istiqomahlah. Wallahu a’lam.



Iz Alfarisi

Sumber : Palestine, Emang gue pikirin (Sofwan AlBanna)

0 comments

Post a Comment

Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com | Distributed by Sorpotel Recipe |