DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA MENGASIHANI
MASA ADALAH PEDANG
Hargailah masa yang ada utk dakkwah dan jihad fisabilillah...

InsyaAllah blog ini sebagai perkongsian ilmu bersama...
Selamatkan Palestin dengan tangan-tangan kita berjihad menentang Yahudi laknatullah.. Allahuakbar...!!!!

Sabda Rasulullah s.a.w.,

"Sungguh,jika ka'abah diruntuhkan batu demi batu, itu adalah masih ringan disisi ALLAH...berbanding ditumpahkan darah seorang ummat Islam".


Muslim...

Marilah kita sama2 doakan agar saudara seislam kita di filistin mendapat kemenangan,menegakkan agama Islam...jika berkesempatan..marilah sama2 berjuang...

dan tegakkan Khilafah...

sesungguhnya semua ummat Islam itu bersaudara...

DENGARKAN

20 rahasia iblis(dialog dgn nabi s.a.w) siri 3

Tuesday, May 4, 2010 at 6:26 PM
Pertanyaan Nabi (9):
"Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?"

Jawab Iblis:
"Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada
upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada
mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah
seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan
mendapat petunjuk."

Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat
mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya
atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri
telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal
kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar.
Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan
anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.

Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena
dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku
pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat
takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan,
"Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku", karena
dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam
hingga digelar 'Al-Faruq'.

Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya
senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu
orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya,
banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena
Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa
menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan
dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid."

Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan
gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya.
Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata
mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang
pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada
sembarang berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah
akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata, "Akulah
negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi
menantumu, semakin aku ngeri kepadanya."

Pertanyaan Nabi (10):
"Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?"

Jawab Iblis:
"Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang
menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada
manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya
seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita
akhirat." Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar,
syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan
kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta
dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk
ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke
mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia
dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak
mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.

Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia
menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang
tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak
sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya
asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan
menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat,
tempat judi dan perempuan lacur."

0 comments

Post a Comment

Powered by Blogger | Entries (RSS) | Comments (RSS) | Designed by MB Web Design | XML Coded By Cahayabiru.com | Distributed by Sorpotel Recipe |